Analisis Tingkat Total Suspended Solid (TSS) Berbasis Penginderaan Jauh di Sebagian Sungai Martapura, Kota Banjarmasin Tahun 2024 dan 2025
Journal: Journal of Horizon
Publication: 2026-08-07
Cite this article
Citation
Choose a citation style or copy BibTeX for your reference manager.
Abstract
Peningkatan aktivitas penggunaan lahan di sepanjang Sungai Martapura berpotensi meningkatkan konsentrasi Total Suspended Solids (TSS) yang berdampak pada penurunan kualitas perairan. Pemantauan TSS secara berkala melalui pengukuran lapangan memerlukan waktu dan biaya yang relatif besar, sehingga pemanfaatan teknologi penginderaan jauh menjadi alternatif yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial TSS di sebagian Sungai Martapura tahun 2024 dan 2025 menggunakan citra Sentinel-2 Level-2A dengan algoritma LIU, menganalisis perubahan konsentrasi TSS berdasarkan penggunaan lahan, serta mengevaluasi akurasi hasil estimasi menggunakan data pengukuran laboratorium. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengolahan citra meliputi subset area penelitian, ekstraksi badan air menggunakan Normalized Difference Water Index (NDWI), dan estimasi TSS menggunakan algoritma LIU. Validasi dilakukan menggunakan parameter Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi TSS tahun 2024 berkisar antara 17,90–35,38 mg/L, sedangkan tahun 2025 berkisar antara 20,30–28,56 mg/L. Peningkatan TSS terjadi pada kawasan permukiman dan cabang sungai, sedangkan kawasan pertanian, industri, dan muara sungai mengalami penurunan. Hasil validasi menunjukkan nilai RMSE sebesar 39,64 mg/L dan MAPE sebesar 53,61%, yang mengindikasikan bahwa algoritma LIU masih memiliki keterbatasan dalam mengestimasi nilai TSS secara kuantitatif pada lokasi penelitian. Meskipun demikian, algoritma LIU mampu menggambarkan pola distribusi spasial dan perubahan konsentrasi TSS, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai metode pemantauan kualitas perairan secara cepat, efisien, dan berkelanjutan di Sungai Martapura..
