Tradisi Grebeg Tumpeng Sebagai Praktik Kearifan Lokal dalam Hubungan Manusia dengan Alam: Studi Ekologi di Pantai Sanggar Tulungagung
Journal: Journal of Horizon
Publication: 2026-09-21
Cite this article
Citation
Choose a citation style or copy BibTeX for your reference manager.
Abstract
Penelitian ini menelaah Tradisi Grebeg Tumpeng di Pantai Sanggar, Tulungagung, sebagai wujud kearifan lokal komunitas pesisir dalam kerangka ekologi sosial yang menggabungkan unsur budaya, spiritual, dan lingkungan. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif melalui wacana kritis dan pandangan poststrukturalis, penelitian ini menggunakan informasi dari kajian pustaka , dokumen, media massa, dan pengamatan lapangan guna memahami pembentukan makna serta hubungan sosial dalam kegiatan tersebut. Temuan penelitian ditampilkan bahwa Grebeg Tumpeng bukan sekedar upacara ucapan terima kasih atas hasil laut, melainkan juga sarana penguatan kebersamaan lewat kerja sama , serta cara simbolis yang menggambarkan hubungan serasi antara manusia, Sang Pencipta , dan lingkungan alam. Lebih lanjut , tradisi ini mencerminkan perpaduan nilai-nilai setempat dengan ajaran keagamaan yang berperan dalam pelestarian kebudayaan dan lingkungan. Dalam perspektif masa kini , Grebeg Tumpeng dapat diartikan sebagai respons simbolis terhadap masalah lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir, sehingga memiliki kegunaan penting sebagai metode berbasis kearifan lokal demi mendukung kemajuan berkelanjutan.
